Selasa, 11 Oktober 2022
Senin, 15 Agustus 2022
JAYALAH NEGERIKU ,MAKMURLAH BANGSAKU
Merdeka!....Merdeka!...Merdeka.....!
Dirgahayulah Negeriku.....
Tujuh puluh tujuh tahun sudah Indonesia merdeka, bebas dari penjajahan
Dahulu.....
Ratusan bahkan puluhan ribu jiwa melayang
Darah di tanah tak bertuan menggenang...
Demi memperjuangkan Indonesia merdeka!
Para pahlawan bertaruh nyawa demi negara yang kita cintai ini
Tak kenal lelah pantang mundur dengan semangat yang terus berkobar-kobar
Sejarahmu terus terkenang di sanubariku
Hanya dengan Satu Tujuan Satu Tekad...Indonesia Merdeka..Indonesia Jaya!
Wahai generasi muda, generasi emas bangsa
Sisingkanlah bajumu,untuk mengisi kemerdekaan
Teruslah berkarya, tunjukkan semangatmu, ukirlah prestasimu
Bangsa ini ada di pundakmu
Harumkan nama bangsa di mata dunia
Bangkitlah, galilah potensi dan budaya bangsa ini
Tunjukkan kepada dunia ..kamu bisa
Pulih lebih cepat
Bangkit lebih kuat
Merdeka...Merdeka
Gelorakan jiwa...
Tebalkan Tekad...
Sucikan nuranimu...Untuk Negeri tercinta ini
Penulis
Yuliana Katindo,S.Pd.
Guru SMP Negeri 1 Kesu"
Kab. Toraja Utara
Sul Sel
Jumat, 29 Juli 2022
Semangat Hari ini menentukan keberhasillan ke depan.
Jumat, 04 Maret 2022
" Sekolah Baru Suasana Baru"
Kamis, 15 Oktober 2020
PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN DI ERA MILENIAL
KAMIS, 15 OKTOBER 2020
YULIANA KATINDO,S.Pd.
Guru SMP NEGERI 2 SOPAI
Sadar atau tidak sadar , peran teknologi sudah sangat membantu masyarakat dalam melakukan pencegahan penyakit Covid 19 ( virus Corona).Peran teknologi juga terlihat dalam setiap kegiatan kita sehari-hari. Dengan penerapan pembatasan interaksi, masyarakat lebih bergantung pada gadget mereka.Aktivitas sehari-hari,hiburan, hubungan sosial, hingga kebutuhan logistik bisa mudah diakses melalui gadget masing-masing. Sebagai manusia pengguna teknologi harus mampu memanfaatkan teknologi yang ada saat ini, maupun perkembangan teknologi tersebut selanjutnya.Akses tersebut perlu juga dikembangkan di bidang pendidikan. Menjawab tantangan tersebut di masa kini, maka di bidang pendidikan diperlukan keterampilan belajar dan mengajar, sehingga proses belajar mengajar menjadi efektif, produktif dan interaktif.Hal ini dilakukan agar generasi penerus tidak tertinggal dalam teknologi pendidikan. Di masa covid 19 ini, banyak perubahan bagi kehidupan umat manusia di berbagai aspek yang mana muncul aturan baru yang mengharuskan masyarakat untuk menjaga jarak,dipaksa untuk tinggal di rumah (Stay at home) yang artinya walaupun di rumah saja,tetapi tetap boleh melakukan seluruh aktivitas dari rumah seperti bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan beribadah dari rumah. Pada Saat ini pelajar, dan mahasiswa di tengah menghadapi situasi pandemi virus corona, semua pihak telah di minta untuk belajar dari rumah.Sekolah maupun perguruan tinggi menerapkan pembelajaran jarak jauh atau secara online.Tugas-tugas diberikan secara online dengan menggunakan beragam aplikasi yang tersedia. Namun aktivitas dari rumah tak sepenuhnya mudah.Belajar ini penuh tantangan seperti tergoda untuk rebahan,menonton TV,dan lainnya. Namun belajarnya itu santai dan rileks.
Dalam proses pembelajaran ini guru dituntut belajar untuk mengajar, belajar dari berbagai plat form untuk menciptakan sistem Manajemen Kelas ( Learning Managent System) yang bagus.Macam-macam Teknologi yang boleh digunakan dalam Pembelajaran Jarak Jauh ini ialah
1.
Geogle
ClassRoom yaitu membuat kelas, memberikan tugas mengirimkan masukan terhadap
tugas yang akan di kerjakan dan melihat langsung di suatu tempat saja.
Ruang
Belajar adalah sebuah fitur yang ada dalam ruangguru yang membuat belajar kita
lebih mudah dan efektif
3.
Aplikasi
Zoom yaitu memiliki fitur konfrensi vidio dengan jarak jauh yang mana kita bisa
melakukan komunikasi dan diskusi langsung dengan anak didik
KKahoot
adalah media belajar yang sangat menyenangkan. Dengan kahoot guru bisa mengetes
pemahaman siswa melalui Quiz, memberikan tugas kepada siswa dengan membuat
kuis.
Proses pembelajaran dilakukan dengan metode daring. Daring
artinya dalam jaringan yang memanfaatkan sebuah aplikasi atau web yang di sebut
E-Learning. E-Learning artinya suatu proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan
mengembangkan prinsip-prinsip di dalam suatu proses pembelajaran dengan teknolgi ( Chandrawati,
2010). E-Learning adalah sistem pembelajaran yang digunakan sebagai sarana
proses belajar mengajar yang dilaksanakan tanpa harus bertatap muka secara
langsung antar guru dan siswa(i) (Ardiansyah).Jadi, dari beberapa defenisi di
atas disimpulkan bahwa E-Learning adalah suatu proses pembelajaran jarak jauh
yang berbasis elektronik dengan media jaringan komputer.
Yang lebih menarik lagi dalam pembelajaran jarak jauh ini,
karena proses pembelajaran pun dilakukan layaknya seperti bertemu langsung dengan siswa. Mulai
dari pendahuluan dengan menanyakan kondisi kesehatan siswa, lalu berdiskusi
seputar materi yang akan diajarkan melalui grup WA atau messanger atau Zoom
Meeting. Siswa diajak berkomunikasi agar terjadi kedekatan dan rasa nyaman dan
rileks atau santai.Kemudian memberi instruksi untuk membaca materi, agar siswa
dapat mendapatkan penjelasan tentang pelajaran.Secara tidak langsung siswa
diajak melakukan literasi.Selanjutnya ada kegiatan inti.Siswa diberi semangat
untuk mulai berlatih,misalnya tugas pertama menyimak vidio.Kemudian menugaskan
siswa untuk menuliskan apa yang telah disimak atau menceritakan dengan kalimat
sendiri apa yang telah dilihat di vidio tadi. Nah, setelah proses pembelajaran
maka siswa mencoba menyimpulkan pelajaran yang sudah diterima dengan
menggunakan kata-kata sendiri, lalu guru memberi penguatan.
Peserta didik sendiri karena mereka adalah
generasi milenial, maka mereka sudah tidak terlalu gagap dalam kondisi pembelajaran yang tadinya masih konvensional
(Luring) menjadi daring. Hanya butuh penyesuaian. Bahkan sebagian besar peserta
didik merasa senang, karena belajarnya santai, tidak terkesan terburu-buru
untuk berangkat ke sekolah.Pembelajaran daring sendiri ini adalah pembelajaran
yang sesuai pembelajaran yang sesuai kondisi masyarakat dunia saat ini dalam
revolusi Industri 4.0. Peran positif yang dihadirkan dengan adanya teknologi
diharapkan dapat membuat sebuah lingkungan belajar yang kondusif. Khusus untuk
generasi milenial yang sangat tergantung dan menyukai keberadaan komputer dan
internet dalam segala aktivitas mereka, perubahan pola sistem jaringan pengajar
yang memanfaatkan teknologi tersebut sangatlah di harapkan.
Dengan demikian, boleh disimpulkan bahwa
walaupun masa pandemi ini, tetapi itu tidak mengurangi semangat kita terus bekerja, terus belajar dan tetap
beraktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan dan menjaga protokol
kesehatan. Teruslah berkarya ....Tetap Semangat.... dan Pantang menyerah. Salam
sehat.
Yuliana Ruru Katindo,S.Pd. lahir di
Sangalla,Toraja Utara, Sul-Sel, 05 April 1974. Alumni IKIP Ujung Pandang pada
tahun 1997. Jurusan Bahasa Dan Sastra Indonesia. Mengajar di SMP Negeri 2 Sopai
(Toraja Utara) Sul- Sel. Pernah Menulis buku yang Ber- ISBN “ Berguru Ilmu
Menulis di Dunia Maya” Catatan Guru Toraja Belajar Bersama OmJay dan PGRI, dan
juga beberapa Buku Antologi bersama Guru –Guru Hebat dalam Grup Menulis 12.
Seperti, Semangat Menulis Bersama Ibu Kanjeng, Rona Korona Duka dan Ria, Pena
Digital Guru Milenial”. Domisili di Toraja Utara, Email: yulianarkatindo@gmail.com.Blogspot yulianakatindoblogspot.com, WA 085299600495, FB Yuliana
Katindo.
Selasa, 11 Agustus 2020
PEMBELAJARAN DARING YANG KREATIF,EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Rabu, 12 Agustus 2020
MEMBANGUN INDONESIA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN DARING YANG KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Merdeka!,.....Merdeka!,.....Dirgahayulah Indonesiaku!,...Dirgahayulah Negeriku!...Indonesia Maju!...
Tujuh puluh lima tahun sudah Indonesia negaraku merdeka.Banyak perkembangan dan kemajuan yang terjadi dalam mengisi kemerdekaan tersebut. Tentu, dibalik semua itu terjadi dan ada, oleh karena berkat adanya kemajuan pendidikan.Walaupun saat ini, dengan adanya Pandemi Covid 19 yang melanda Indonesia,bahkan dunia, tetapi itu tidak membuat kita untuk pantang menyerah khususnya dalam bidang pendidikan. Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) pun menyatakan bahwa wabah virus berdampak terhadap pendidikan.Di seluruh dunia, hampir 300 juta peserta didik tidak peduli sekolahnya dan terancam hak-hak pendidikan mereka di masa depan.
Di Indonesia sendiri merasakan dampaknya. Kementrian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menegaskan bagi kalangan pendidik yang saat ini masih memberikan pelajaran secara daring harus memperhatikan pedoman belajar dari rumah (BDR), yang berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 15 Tahun 2020 Tentang " Pedoman Penyelenggaraan Belajar dari Rumah (BDR) dalam masa pandemi ini.Berdasarkan Surat Edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 4 Tahun 2020 Tentang " Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa darurat Penyebaran Covid 19,yang bertujuan memastikan pemenuhan hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan selama pandemi ini, melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid 19,mencegah penyebaran dan penularan di satuan pendidikan serta memastikan pemenuhan psikososial bagi pendidik, siswa, dan orang tua/wali.Melalui kebijakan tersebut, maka diperkenankan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dalam jaringan (daring),dengan menggunakan gawai atau laptop dengan menggunakan aplikasi pembelajaran daring atau beberapa portal.
Sekalipun merupakan sebuah tantangan bagi pendidik, seluruh guru di tanah air, tetapi itu boleh dikategorikan juga sebuah tuntutan. Betapa tidak, karena bila tidak segera dilakukan maka kita akan ketinggalan.Jadi, mau tidak mau harus diupayakan oleh tendik dan para orang tua/wali.Bagaimana caranya?
Pembelajaran Daring merupakan solusi yang perlu di desain dan dilaksanakan oleh guru dengan memaksimalkan media daring.Guru dapat melaksanakan pembelajaran menggunakan metode E-Learning, yaitu memanfaatkan Teknologi Informasi (IT) dan komunikasi.Sistem pembelajaran melalui perangkat komputer (PC) atau laptop yang terhubung dengan internet.Guru pun bisa melakukan pembelajaran bersama melalui WhatSapp (WA), Messanger, Telegram,, aplikasi ZOOM, Geogle Class Room,atau media sosial lainnya. Dalam proses pembelajaran sekalipun dilaksanakan dari /di rumah,tetapi siswa yang belajar harus menggunakan baju sekolah layaknya belajar di sekolah. Inilah seni dan uniknya.Lucunya, kalau kita saatnya pembelajaran di mulai atau disapa lewat Grup WA banyak yang meresponnya. Bahkan sudah ada yang mengatakan keadaannya," Saya belum sarapan,ada yang memang sudah siaga, Hadir Bu...salam Sehat.dsb. Ini Menambah keakraban kita dengan anak-anak didik kita.
Saat inilah guru dituntut untuk mampu menggunakan IT yang selanjutnya diimplementasikan dalam proses belajar. Inilah tantangan yang harus dialami oleh guru. namun bila disertai dengan kemauan yang kuat, dan motivasi untuk mau berinovasi maka, pelan tapi pasti guru akan terbiasa menggunakan IT dalam proses pembelajaran. Terus terang saya sebagai guru belum lancar tentang penggunakan IT. Tetapi berkat adanya Grup Menulis bersama PGRI di bawah bimbingan guru-guru yang hebat se Indonesia, saya bisa walaupun baru sedikit-sedikit. Terima kasih kepada OMJay, Ibu Yang cantik Ibu Sri dan Pak Brian dan Guru yang hebat yang sudah berkolabarasi dalam pembelajaran di Rumah selama ini .Berkat beliau -beliau saya bisa menulis di. blog ini Bahkan, suatu saat bila tidak menggunakan lagi, maka akan menjadi merasa ada yang kurang. Pembelajarannya akan menjadi efektif dengan IT. Selain itu, guru dapat memberikan tugas terukur namun tetap memastikan bahwa setiap hari siswa dengan penuh semangat untuk mengikuti proses pembeajaran.Masih banyak inovasi lain yang ditempuh guru untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan peserta didik atau siswa mendapatkan ilmu sesuai dengan tuntutan kurikulum.
Adapun suka duka atau seninya belajar daring pasti ada. Banyak keuntungan dan tentu ada juga kekurangan dari proses Pembelajaran Dari Rumah (BDR). Adapun kelebihannya antara lain:
- Pembiasaan setiap hari. Kegiatan yang selama ini agak jarang dilakukan secara bersama-sama seperti kebiasaan makan bersama, beribadah bersama, dan lain-lain.
- Belajar Kecakapan Hidup. Guru memberi tugas di rumah berupa pembelajaran kecakapan hidup misalnya, memasak. Jadi semua alat dan bahan sudah tersedia di rumah tidak perlu keluar untuk atau membawa alat dan bahan tersebut seandainya dilakukan di sekolah.
- Sentuhan Agama dan Seni. Mengajarkan nilai-nilai keagamaan dan seni kepada anak didik bisa dilakukan oleh guru ,bisa juga oleh orang tuanya. Kegiatan tersebut didokumentasika atau di foto untuk diteruskan kepada gurunya.Sehingga dari proses tersebut tetap melibatkan guru dan berkolaborasi dengan orang tua yang mungkin selama ini tidak pernah memperhatikan hal tersebut. Dalam arti orang tua membiarkan anaknya belajar sendiri selama ini.
- Menyadarkan orang tua siswa betapa pentingnya keterlibatan mereka dalam mengajar,mendidik membimbing anak-anak. Selama ini yang terjadi paham mereka itu, mengajar hanya tugas guru di sekolah. Sehingga terkadang terjadi ada kalau ada apa-apa hanya guru yang di salahkan. Dengan adanya pembelajaran daring ini mereka boleh menyadari bahwa keterlibatan mereka itu sangat penting, Bahkan mereka mengangap daring ini membuat mereka darting (darah Tinggi). Itulah seninya. he...he...
Sejauh ini, penerapan pembelajaran yang daring masih terkendala banyak hal, baik dari kompetensi guru, orang tua serta infra struktur. Masih banyak orang tua yang belum mempunyai gawai ,sehingga mereka kesulitan, terutama yang di pelosok-pelosok. Adapun kalau ada yang mempunyai gawai,pun terkendala di akses jaringan internet. Pun juga ada yang terkendala di pembelian kuota atau data. Namun demikian, masih banyak cara yang ditempuh guru agar peserta didik tetap mendapatan haknya.
Membangun pendidikan di masa Covid 19 adalah suatu era baru atau new normal pendidikan. yang harus kita taklukan bersama.Peran orang tua sangat diharapkan. Sehingga inovasi pembelajaran tetap fleksibel dengan kemampuan peserta didik.dan letak geografis tempat tinggal peserta didik. Dengan berbagai inovasi pembelajaran ini guru tetap semangat menerapkan pembelajaran yang berani. Yang penting jalani dengan kesenangan dan berikan yang terbaik bagi peserta didik.Mungkin tidak sempurna tetapi yang penting ada upaya dan usaha untuk tetap mencerdaskan anak bangsa. Maka tidak salahlah kalau guru di gelari " Pahlawan Pencetak Insan Cendekia '
Hidup Guru...Hidup PGRI..Bersama PGRI kita Maju.
Merdeka!...Merdeka! ... Merdeka Belajar!...Ayo Tetap Semangat Belajar Walau di Tengah Pandemi covid 19....
Jangan Menyerah Pantang Mundur.......
Majukan Pendidikan.......Majukan Indonesia .....Cerdaskan Anak Bangsa
Penulis :
Yuliana Ruru Katindo,S.Pd.
SMP Negeri 2 Sopai / Toraja Utara/Sul Sel.
Minggu, 09 Agustus 2020
PEMBELAJARAN DI MASA PANDEMI
CERITA PEMBELAJARAN MASA PANDEMI
August, 10, 2020
Hari ini, tepatnya 10 Agustus 2020 sesuai kebijakan daerah Toraja Utara, lewat Dinas Pendidikan sudah menerapkan dengan pelan-pelan proses tatap muka,bagi siswa SMA,SMK dan SMP. Anak-anak di bagi 2 kelompok perkelas masing-masing datang tiga hari di sekolah. Jadi kalau jumlahnya 32 siswa maka yang datang di sesi pertama (Senin,Selasa,Rabu) sebayak 16 siswa.Yang selebihnya datang di tiga hari berikutnya.
Hari ini, siswa yang hadir merasa senang, betapa tidak karena selama ini mereka juga sudah bosan belajar di rumah. Sebenarnya ada kerinduan mereka untuk tetap belajar seperti biasa di sekolah.
Jadi , hari ini mereka bak ayam yang selama ini dikurung dalam kurungan, sehingga pas dilepaskan maka hatinya senang. Mana lagi mereka sempat bertemu langsung dengan teman-temannya dan gurunya.
Mereka saling melepas rindu dengan teman dan gurunya sampai sampai mereka tidak sadar bahwa
komunikasi dan gerak kita masih dibatasi. He...He.. Anak-anakku sadar ndak....kita boleh saling tegur tetapi jangan sampai berpelukan dan salaman ya????....Ingat Protokol kesehatan. Mereka baru sadar ...
eh..ternyata masih ada batasan di antara kita. Sosialisasi protokol kesehatan secara umum dan khususnya di area sekolah. Di area sekolah anak-anak harus memakai masker, mencuci tangan dengan pakai sabun, pada air yang mengalir serta ada test suhu tubuh dengan menggunakan thermogun, serta perlengkapan lain yang di sediakan sekolah.
Proses tatap muka per mata pelajaran maksimal 30 menit. Hari ini pula siswa diberikan surat pernyataan untuk disampaikan kepada orang tua/wali tentang persetujuan apakah setuju belajar di sekolah atau mereka lebih cenderung untuk tetap belajar di rumah.
Hasil evaluasi akan di adakan bulan september 2020. Pada saat evaluasi sekolah akan mengundang keterwakilan orang tua untuk memberikan evalusitif ketika belajar di rumah dan setelah diadakan uji coba tatap muka. Hasilnya akan dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan untuk mendapatkan tindak lanjut berupa izin pembelajaran di sekolah bila kebijakan itu dianggap layak dan tepat.
Sebenarnya, para orang tua lebih banyak yang mendukung kebijakan pemerintah untuk belajar di sekolah,oleh karena mereka kewalahan dalam pembelian kuota atau data.Mereka rasanya lebih nyaman sebagai orang tua bila anaknya berada di sekolah belajar walau masa pandemi ini.Dalam era new normal ini yang penting sekolah menerapkan protokol kesehatan yang baik.
Akhirnya, sebelum mereka pulang ke rumah tetap diingatkan agar orang tua mereka memberi contoh untuk selalu memakai masker, Dan berkolaborasi dan kolektif dengan pihak sekolah untuk sama sama tetap menghimbau dan mendampingi anak-anak belajar baik di rumah pun di sekolah.
Harapan kita bersama mudah-mudahan periset segera menemukan antivirus ini. Dengan antivirus Corona (Covid 19) ini akan ada upaya imunisasi massal, yang akan menolong agar ada kekebalan tubuh terhadap penyakit ini...
Sopai, 10 Agustus 2020
Salam Sehat, Jaga Imun
Salam Literasi
Yuliana Katindo
Pembelajaran Mendalam ( Deep Learning)
Apa itu pembelajaran mendalam? Pembelajaran mendalam artinya sebuah prinsip yang diterapkan dalam proses pembelajaran deng...
-
Rabu, 12 Agustus 2020 MEMBANGUN INDONESIA MELALUI DUNIA PENDIDIKAN DENGAN PEMBELAJARAN DARING YANG KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN Merdek...
-
Resume ke-19 : Kuliah Online Belajar Menulis Bersama OM Jay Hari /Tanggal : Senin, 13 Juli 2020 Wakt...
-
Jumat, 17 Juli 2020 Resume ke-19 Kuliah Online Belajar Menulis Bersama OM Jay Rabu 15 Juli 2020 Tema : "C...












